Senin, 15 November 2010

Manfaat Abu Vulkanik



Abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Batuan yang berukuran besar (bongkah - kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Sebagai contoh letusan G. Krakatau tahun 1883 dapat mengitari bumi berhari-hari, juga letusan G. Galunggung tahun 1982 dapat mencapai Australia.


Selain itu abu vulkanik bisa mematikan hama tanaman, karena memiliki zat mikro yang bisa membunuh hama. "Selain bisa menyuburkan tanah, juga bisa membasmi hama, dengan dengan demikian abu vulkanik sangat bermanfaat


Tingkat keasaman

Sementara itu, ada beberapa pendapat tentang tingkat keasaman abu vulkanik ini. Ada yang mengatakan abu vulkanik ini bersifat asam dan ada juga yang menyatakan dapat meningkatkan pH tanah. Tapi merujuk pada mitos yang menyebutkan tanah di sekitar Gunung Merapi sangat subur, sepertinya pendapat yang menyatakan abu vulkanik dapat mengasamkan tidaklah benar.

Beberapa sumber informasi menyatakan, abu vulkanik mengandung sulfur dan silica. Jika ini benar, abu vulkanik bisa berfungsi sebagai pemasok unsur hara tanaman. Ada juga pendapat abu vulkanik mengandung Cu dan Fe yang yang berfungsi sebagai mikroelemen.

Jika dilihat dari sifat fisiknya abu hasil pembakaran yang mempunyai sifat seperti batuan zeolit dan arang berfungsi sebagai penambat unsur hara dalam tanah sehingga tidak mudah tercuci oleh air. Abu vulkanik juga akan mempermudah penyerapan unsur hara oleh akar tanaman.


Jika kita mengacu pada pemikiran di atas dapat disimpulkan letusan gunung berapi yang menimbulkan hujan abu vulkanik akan membawa berkah bagi para petani. Abu vulkanik akan menjadi sumber unsur hara bagi tanaman dan meningkatkan pH tanah yang cenderung asam. walaupun memang hujan abu juga akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia.





Kesuburan Tanah Vulkanis
Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus. Abu vulkanik merupakan hasil dari peleburan dan pembakaran bahan-bahan mineral. Lapisan tanah yang dilapisi abu tersebut kemudian menjadi sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk. Namun, jika tanah vulkanis diberi tambahan pupuk organik atau kotoran hewan, kondisinya akan semakin prima.
Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih untuk tinggal di sekitar gunung berapi. Meskipun letusan gunung berapi sangat menakutkan dan membahayakan, manfaatnya sangat banyak, salah satunya menyuburkan tanah sehingga penduduk bisa menjadikan lahan-lahan di lerengnya sebagai lokasi pertanian yang menjanjikan.
Daerah-daerah pertanian yang diusahakan di wilayah bertanah vulkanis banyak terdapat di Indonesia, yang memang memiliki banyak gunung berapi aktif, di antaranya di bagian utara Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Halmahera, Sulawesi, dan lain-lain. Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak gunung berapi dari daerah lain otomatis memiliki lahan-lahan vulkanis yang paling luas.




0 komentar:

Poskan Komentar